Penadah Emas Hasil Peti di Desa Pasir Batu Mandi Perkirakan Capai 250 Gram Emas Perminggu 

INHU | Tran7riau.com

Desa Pasir Batu Mandi Kecamatan Sei Lala merupakan salah satu desa yang terletak diwilayah pesisir sungai Indragiri Hulu yang setiap harinya di musim kemarau melakukan aktifitas penambangan emas tanpa izin.

Setidaknya terdapat empat puluhan Bocai, sejenis sampan besar yang menggunakan mesin dompeng untuk menyedot pasir dan kerikil dari dasar sungai yang banyak mengandung butiran emas.

Butiran emas yang disedot dari dasar sungai masih mengandung logam atau mineral lain yang melekat pada butiran emas dan harus dibersihkan dengan cara mencucinya dengan menggunakan merkuri.

Setelah dilakukan pencucian butiran emas yang telah dicuci kemudian dijual kepada pengepul. Sebelum dilakukan transaksi jual beli, pengepul melakukan pembakaran untuk menyatukan butiran emas, setelah emas menyatu baru dilakukan penimbangan dan pembayaran.

Menurut masyarakat setempat, diperkirakan setiap Bocai Penambangan Emas Tanpa Izin itu menghasilkan emas rata-rata 1 gram setiap harinya, “Pengepul emas itu bisa ngumpulkan emas dari orang bocai minimal seperempat kilo per minggu” terang sumber warga setempat berinisial RM.

Menurut RM penadah emas atau yang kerap disebut masyarakat setempat Bos pengepul emas para bocai penambang emas tanpa izin desa pasir batu mandi merupakan warga yang juga bermukim didesa pasir batu mandi “Bosnya orang sini juga itu pak, namanya Atan Sisal, setiap sore rumahnya ramai dengan orang bocai yang mau jual emas”, jelas RM. Sayang hingga saat ini Atan Pengepul Emas yang disebut RM belum dapat dihubungi guna konfirmasi.

Adapun jumlah Bocai PETI yang melakukan aktifitas penambangan emas di Desa Pasir Batu Mandi terungkap dari penjelasan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang ditemui di desa pasir batu mandi.

Menurut IRT berinisial SL (35) yang dikonfirmasi dirumahnya kamis lalu, mengatakan Bocai yang setiap harinya melakukan penambangan emas berjumlah 43 Bocai, namun belakangan 5 Bocai pergi meninggalkan desa pasir batu mandi.

“Kalau disini jumlah Bocai ada 43, tapi kemarin 5 Bocai sudah tidak disini lagi, katanya dia keluar karena hasilnya disini sudah berkurang, jadi sekarang bocai di pasir batu mandi ini tinggal 38 lagi” papar ibu rumah tangga penuh ramah.

Sementara itu Wati yang merupakan PJ Kepala Desa Pasir Batu Mandi saat dihubungi via What Shaft Jumat (14/2) guna konfirmasi masih belum bisa. (Wiston Pandiangan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *