Residivis Narkoba Masih Gentayangan Edarkan Narkoba Di Bulan Ramadhan.

INHU | Tran7riau.com

Seorang warga Pasir Penyu yang merupakan mantan seorang narapidana kasus Narkoba Jenis Sabu-sabu yang belum setahun bebas dari penjara diduga masih gentayangan menekuni profesinya sebagai pengedar Nakoba.

AH alias Asep Warga Kelurahan Kembang Harum Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau itu diduga kuat menjajakan barang haramnya di seputar tempat tinggalnya di Kelurahan Kembang Harum hingga kewilayah Kelurahan lainnya yang ada diseputar kecamatan Pasir Penyu.

Bukan hanya AH yang masih gentayangan menjajakan barang haramnya, ternyata Gogo yang sebelumnya disinyalir hanya sebagai penerima barang haram dari seorang bandar Narkoba yang juga merupakan mantan narapidana berinisial Iv itu, ternyata turut serta menjadi pengedar Narkoba.

Sebagaimana yang dipaparkan oleh INB (45) warga Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu yang mengenal persis sepak terjang kedua orang tersebut mengatakan, jika gogo turut serta menjadi pengedar narkoba.

“Bukan hanya AH jadi pengedar bang, Gogo itu juga pengedar Narkoba dan rumahnya tak jauh dari kantor kelurahan Kembang Harum, hanya saja yang namanya Gogo itu sering mangkal di wilayah kelurahan Air Molek 1 berbeda dengan AH yang mangkal diseputar Kelurahan Kembang Harum” papar INB kepada wartawan media ini Jumat lalu (7/3/25).

Sebelumnya pada hari yang berbeda AG juga telah memaparkan terlebih dahulu tentang AH dan Gogo. Namun dari pemaparan AG, AH bertindak sebagai pengedar Narkoba yang ia dapatkan dari Gogo, sedangkan Gogo mendapatkan barang haram tersebut dari bandar yang berinisial Iv alias Ipan.

Melalui WhatsApp AG dengan gamblang menjelaskannya kepada wartawan media ini. “AH itu pengedar bang, barang itu dia dapatkan dari Gogo dan kabarnya bandarnya si Gogo itu si Ivan, kalau si Gogo itu kurang jelas saya apa dia itu ikut jadi ngedar atau tidak saya kurang tau” sebut AG.

“Si AH itu mengedarkan barangnya diseputar Kelurahan Kembang Harum, hanya saja tempat mangkalnya selalu berpindah-pindah, alasannya supaya tidak terdeteksi oleh penegak hukum katanya” papar AG warga pasir penyu yang mengaku kenal baik dengan AH.

Masih menurut AG, dirinya juga mendapat informasi barang haram yang di jajakan oleh AH dan Gogo berasal dari Iv alias Ivan itu saat ini tempat tinggalnya selalu berpindah

Namun dari sumber yang terpercaya menyebutkan bahwa Iv memiliki sebuah Apartemen di Jakarta, “dia bilang dia (Iv) punya apartemen dijakarta” tutur sumber.

Masih tingginya peredaran narkoba di Kabupaten Indragiri (Inhu) khususnya di Kecamatan Pasir Penyu, Tokoh Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu, Hatta Munir pada berita media ini sebelumnya mengaku sangat prihatin dan minta agar aparat penegak hukum (APH) dalam memberantas peredaran Narkoba lebih mengarah kepada Bandar Narkoba.

“Kita berterima kasih dengan upaya pemberantasan Narkoba di Inhu Khususnya Kecamatan Pasir Penyu, puluhan pengedar Narkoba sudah ditangkap namun belum mampu mengurangi peredaran Narkoba” sesal Hatta Munir (HM) yang juga mantan Anggota DPRD Inhu itu.

Lebih jauh tokoh masyarakat yang dikenal fokal dan tegas itu meminta agar APH tidak hanya getol menangkap para pengedar Narkoba tetapi juga fokus mengejar dan menangkap para bandar Narkoba, ” Kita berharap pihak Kepolisian tidak hanya menangkap para pengedar Narkoba itu”.

Tolong, lebih fokuslah mengejar dan menangkap Para Bandar Narkoba itu, sebab yang menjadi pemasok barang haram itu di Inhu ini mereka, kalau mereka tidak dihentikan, percayalah peredaran Narkoba tidak akan pernah berkurang Di Indragiri Hulu ini khususnya di Kecamatan Pasir Penyu ini” tutur HM berharap.

Kegundahan yang dirasakan oleh tokoh masyarakat Inhu Hatta Munir terhadap belum berkurangnya peredaran Narkoba Di Inhu khususnya di pasir penyu sejalan dengan kegelisahan yang dialami oleh Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kecamatan Pasir Penyu, Mulyanto.

Ditemui dikediamannya Minggu (9/3/25) Ketua DPAC Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kecamatan Pasir Penyu mengaku sangat kesal dan prihatin.

Dikatakan Mulyanto, peredaran Narkoba di Kecamatan Pasir Penyu hingga saat ini tak kunjung berkurang, meski Aparat Penegak Hukum (APH) hampir setiap harinya menangkap para pengedar Narkoba.

“Kita kesal juga prihatin melihat penomena yang ada, peredaran Natkoba di Pasir Penyu hingga saat ini masih belum berkurang meski hampir setiap hari APH melakukan penangkapan “.

“Granat bekerja hanya sebatas pencegahan saja, bukan penindakan, Granat tidak miliki alat kelengkapan untuk itu. Sepanjang para bandar Narkoba dan aktor intelek tualnya masih bebas bermain jangan berharap peredaran Narkoba berkurang”.

Lanjut Mulyanto, “informasi yang kami terima, keberadaan para bandar Narkoba bukan hanya para mantan Narapidana yang sudah menjalani hukannya dan saat ini sudah berada ditengah tengah masyarakat”.

“Ada banyak Narapida yang masih menjalani hukumannya di Rutan maupun Lapas Pekan Baru Dan Tembilahan mengendalikan Narkoba dari dalam penjara”. Papar Mulyanto.

Ditambahkannya “di Pasar Sri Gading Air Molek ada dua pengedar Narkoba yang serinh hilir mudik siang hari maupun malam hari, kami berharap APH segera menanganinya, agar masyarakat tidak berfikir jika mereka itu kebal hukum” harap Mulyanto.

(Wis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *