Pancawaskita Libatkan Masyarakat Adat Talang Mamak, Pengelolaan Kebun Agrinas Dapat Legitimasi Sosial

Inhu|Trqn7riau.com – Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit oleh PT Agrinas Palma Nusantara melalui mitra operasional PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri di kawasan eks PT Selantai Agro Lestari di Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau, terus menguat.

Kehadiran aktivitas operasional yang dilakukan PT Pancawaskita sebagai mitra PT Agrinas Palma Nusantara kebun Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Inhu, dinilai membawa dampak langsung terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya komunitas adat Suku Talang Mamak yang selama ini bermukim di sekitar wilayah perkebunan.

Sejak dimulainya penataan operasional kebun, masyarakat Talang Mamak tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi telah terlibat aktif sebagai tenaga kerja panen dan perawatan melalui sistem kerja borongan resmi yang dilengkapi perjanjian kerja.

Kelompok adat Batin Bangka atau dikenal sebagai Batin Model menyatakan pengelolaan kebun Agrinas memberikan harapan baru bagi ekonomi masyarakat adat dan sangatlah bermanfaat.

“Kami merasa dihargai karena dilibatkan langsung. Sekarang masyarakat Talang Mamak bisa bekerja di kampusnya sendiri secara resmi dan jelas,” ujar Batin Model usai penandatanganan kontrak kerja borongan di Pematang Reba, Rabu (20/5/2026).

Menurut tokoh adat karismatik Talang Durian Cacar ink, keterlibatan masyarakat adat bukan hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menciptakan rasa memiliki terhadap keberlangsungan kebun sehingga masyarakat ikut menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan kerja.

Direktur PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri, Hermansyah SE, menyampaikan bahwa pengelolaan kebun sejak awal dirancang berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar.

Lebih dari 70 persen tenaga kerja yang terlibat saat berasal dari masyarakat lokal, termasuk komunitas Talang Mamak dari Desa Talang Selantai, Talang Durian Cacar, dan Talang Perigi.

“Kami ingin kebun ini tumbuh bersama masyarakat. Ketika masyarakat ikut bekerja, maka manfaat ekonomi langsung dirasakan keluarga-keluarga di sekitar kebun,” jelasnya.

Herman menambahkan, sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat menjadi kunci terciptanya operasional kebun yang kondusif, produktif, serta berkelanjutan.

“Partisipasi aktif masyarakat Talang Mamak pengelolaan kebun Agrinas di Rakit Kulim mendapat legitimasi sosial dari masyarakat akar rumput,” jelasnya.

Selain meningkatkan produksi perkebunan, keberadaan kebun juga membuka perputaran ekonomi desa melalui penyerapan tenaga kerja, jasa angkutan, hingga aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

Pengamat sosial masyarakat setempat, Andi Irawan menilai, pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat adat secara langsung mampu membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus memperkuat stabilitas wilayah perkebunan.

Menurut Anak kemanakan Datuk Soloangso ini, dengan dukungan masyarakat yang terus menguat, pengelolaan kebun Agrinas di Rakit Kulim diharapkan menjadi contoh pengelolaan perkebunan yang inklusif, berpihak pada masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kita bangga PT Pancawaskita milik orang bisa menjadi mitra PT Agrinas Palma Nusantara dalam pengelolaan kebun hasil penertiban kawasan hutan,” kata Andi. (Rilis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *