Di Balik Julukan ‘Ular Makan Linggis’: Cara Edy Natar Nasution Pegang Teguh Pesan Ayah dan Marwah Melayu

PEKANBARU  | Tran7riau.com

Dalam waktu dua hari ke depan, tokoh masyarakat Riau yang juga mantan Danrem 031/Wirabima dan Gubernur Riau, Brigjen TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution, akan menggelar acara peluncuran dan bedah buku autobiografinya yang bertajuk “ULAR MAKAN LINGGIS, Menjaga Marwah di Tanah Melayu.”

Buku ini diprediksi akan menarik perhatian luas karena menyajikan sisi lain perjalanan hidup sang Jenderal yang penuh dengan prinsip ketegasan.

Saat dikonfirmasi, Edy Natar menegaskan bahwa autobiografi ini sama sekali bukan dibuat sebagai monumen kesombongan atas pangkat dan jabatan yang pernah diraihnya. Sebaliknya, buku ini merekam kepahitan dan getirnya perjalanan seorang anak kampung dari Pulau Bengkalis yang atas kehendak Allah SWT, harus menghadapi desingan peluru dalam empat kali penugasan operasi di hutan Timor-Timur.

Salah satu bab paling emosional dalam buku ini mengisahkan bagaimana Edy Natar sebagai Komandan lapangan menyaksikan langsung anak buah terbaiknya, Koptu Sutopo, gugur bersimbah darah di tengah malam berhujan lebat, hanya berjarak sepuluh meter di depan matanya. Doa spontan yang diucapkannya dalam situasi mencekam tersebut baru dikabulkan oleh Allah SWT 18 tahun kemudian.

Tempaan keras di medan pertempuran inilah yang membentuk karakter kepemimpinan Edy Natar tumbuh menjadi sosok yang keras, tegas, berintegritas, dan penuh rasa takut jika tidak mampu mempertanggungjawabkannya di hadapan Sang Pencipta kelak.

Karakter kuat tersebut diuji secara nyata lewat dua pesan suci dari ayahnya yang selalu terpatri mendalam: “Jangan pernah kau meninggalkan shalat meski sesibuk apapun situasi yang kau hadapi, dan jangan pernah kau mengambil yang bukan hakmu.“

Pesan ini diimplementasikan secara sadar ketika ia menjabat sebagai Danrem 031/WB. Edy dengan lantang menolak upaya suap dari seorang oknum pengusaha nakal yang mencoba membeli harga diri kemelayuannya dengan uang yang setara dengan nilai mobil Fortuner keluaran terbaru.

Saking ketakutannya menghadapi ketegasan Edy Natar, oknum pengusaha tersebut keluar tergesa-gesa meninggalkan kediaman dengan sepatu tertukar antara kiri dan kanan hingga berjalan terseok-seok.

Karena kelurusan dan kekerasannya dalam memegang prinsip inilah, para junior di militer menyematkan julukan kehormatan kepadanya sebagai “Ular Makan Linggis“.

Tidak hanya seputar dunia militer, autobiografi ini juga mengungkap secara lugas bagaimana dunia politik sempat menjungkirbalikkan logika militernya. Edy menceritakan momen ketika rival politiknya menghalalkan segala cara dan menggunakan kekuatan uang secara kejam untuk merebut komitmen partai politik yang telah didapatkannya.

Karakter “Ular Makan Linggis” sang Jenderal pun keluar menghadapi situasi tersebut. Di dalam sebuah ruangan terkunci rapat yang hanya disaksikan oleh Allah SWT, Edy melontarkan kalimat kunci yang menghentak rivalnya:

“Money politic bagian dari strategi politik, tapi jangan lupa, menghilangkan nyawa lawan politik juga bagian dari strategi politik.”

Bagi Edy Natar, sebuah jabatan adalah amanah yang harus diraih dengan kejujuran demi mendapatkan ridho Allah, bukan sekadar izin-Nya. Dalam masa kampanye Pilgub Riau terdahulu, ia bahkan memberikan instruksi tegas kepada tim relawan dan konsultan pribadinya, Dr. Afrizal Tanjung, untuk tidak melakukan manipulasi suara apa pun meskipun di ambang kekalahan.

Edy mengingatkan bahwa Firaun adalah contoh pemimpin yang mendapatkan izin dari Allah, namun tidak pernah mendapatkan ridho-Nya.

Ketika awak media mencoba menggali lebih dalam isi buku menjelang peluncuran, Edy Natar hanya berkelakar dengan gaya khasnya. “Kalau saya ceritakan semua sekarang, nanti tidak ada lagi keinginan membacanya,” ujarnya sembari tersenyum.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama penulisan buku ini adalah sebagai bentuk warisan edukasi (legacy) bagi anak cucunya dalam menjalankan tugas menjaga marwah di Tanah Melayu. Acara peluncuran dan bedah buku dijadwalkan akan berlangsung secara resmi dalam dua hari kedepan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *