Terduga Pelaku Pembunuhan di Kalipancur Ditangkap, Polisi Sita Batu Diduga Alat Pembunuh

PEKALONGAN | Tran7riau.com

Selasa 28 Juli 2028, Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan berhasil mengamankan seorang pria berinisial D yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Rusyanto (58), perangkat Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.


‎Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Fauzi Surya Chandra, S.Tr.K., S.I.K., M.I.K. menjelaskan, terduga pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama setelah peristiwa terjadi.

‎”Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah batu yang diduga digunakan sebagai alat untuk menghabisi korban, kaos dan celana yang dikenakan saat kejadian, serta sejumlah barang lain yang ditemukan di lokasi kejadian perkara,” ujar AKP Fauzi.

‎Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa serta melengkapi alat bukti.

‎Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan terduga pelaku tidak memiliki hubungan keluarga. Namun, keduanya telah saling mengenal cukup lama karena korban kerap menitipkan sepeda motornya di rumah terduga pelaku sehingga sering berinteraksi.

‎Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Terduga pelaku mengaku merasa kesal karena sering disuruh-suruh oleh korban hingga akhirnya nekat melakukan aksi tersebut.

‎Keterangan sejumlah saksi menyebutkan peristiwa pembunuhan diduga terjadi antara pukul 22.00 WIB hingga 00.00 WIB. Sementara itu, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB setelah adanya laporan dari masyarakat kepada pihak Polsek.

‎Hingga kini, penyidik masih menerapkan pasal tentang tindak pidana pembunuhan terhadap terduga pelaku. Polisi menyebut penerapan pasal tersebut masih dapat berkembang seiring proses penyidikan yang masih berlangsung.‎

AKP Fauzi juga memastikan bahwa hingga saat ini baru satu orang yang diamankan dan diduga terlibat dalam kasus tersebut. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi guna mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.(Mbah Yanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *