Tran7riau.com PATI– Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pati, Selasa (15/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemblokiran rekening milik Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, yang disebut berisi uang sekitar Rp80 juta.
Aksi demonstrasi ini rencananya berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (18/9/2026). Massa AMPB menilai pemblokiran rekening tersebut dilakukan secara sepihak oleh pihak perbankan tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu kepada pemilik rekening.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok dalam orasinya menyampaikan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan sekaligus protes atas pemblokiran rekening miliknya. Menurutnya, pemblokiran terjadi sebelum AMPB melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 lalu.
“Terkait pemblokiran rekening sepihak yang dilakukan oleh Bank Mandiri. Ini bukan sekadar pemblokiran, ini adalah bentuk pembungkaman terhadap suara rakyat. Ini adalah bentuk perjuangan kami untuk bangsa ini,” ujar Botok dalam orasinya.
Ia menegaskan, AMPB akan terus menyuarakan persoalan tersebut selama empat hari aksi di depan Bank Mandiri Cabang Pati. Bahkan, pihaknya menyatakan aksi tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka mendapatkan kejelasan.
“Kami akan demo empat hari dan akan berlanjut sampai kapanpun,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, Botok juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin melakukan diskusi dengan pihak Bank Mandiri pada hari pertama aksi. Ia menilai persoalan pemblokiran rekening yang dilakukan tanpa klarifikasi telah menimbulkan kekecewaan mendalam.
“Hari ini kami tidak mau diskusi, karena apa yang dilakukan Bank Mandiri sangat menyakiti masyarakat Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Botok menilai tindakan pemblokiran tersebut berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Ia mempertanyakan alasan pihak bank melakukan pemblokiran tanpa terlebih dahulu memberikan penjelasan atau klarifikasi kepada dirinya sebagai pemilik rekening.
“Terkait kejadian kemarin, menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Karena dilakukan tanpa klarifikasi terhadap saya, bank sewenang-wenang melakukan pemblokiran,” pungkasnya.
AMPB sebelumnya juga telah menyuarakan persoalan pemblokiran rekening tersebut dalam rangkaian aksi mereka. Massa meminta adanya transparansi dan penjelasan mengenai dasar pemblokiran rekening serta berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara terbuka.(Mbah Yanto)



