TRAN7RIAU.Polres Pekalongan – Polda Jateng – Upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru terus digencarkan oleh Polda Jawa Tengah. Salah satunya melalui kegiatan asistensi yang dilaksanakan Biddokkes Polda Jateng di Aula Setya Polres Pekalongan, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TB Paru kepada seluruh Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan. Program ini merupakan bagian dari gerakan “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” yang bertujuan mempercepat penanggulangan penyakit menular tersebut di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Karumkit Bhayangkara Tingkat II Semarang Kombes Pol dr. Yudi Prasetyo, Sp.P., M.Kes., FISR beserta tim Biddokkes Polda Jateng, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., para pejabat utama Polres Pekalongan, serta 71 personel Bhabinkamtibmas.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program tracing dan skrining TB Paru yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
“Hari ini kita mendapatkan kehormatan dikunjungi oleh Bapak Karumkit Bhayangkara terkait program tracing TB Paru yang sebelumnya sudah kita laksanakan. Polres Pekalongan bersama Dinas Kesehatan telah melakukan launching program Polda Jateng Berantas TB Paru sekaligus memberikan pelatihan kepada para Bhabinkamtibmas,” kata Rachmad.
Menurutnya, para Bhabinkamtibmas sebelumnya telah mendapatkan pelatihan terkait skrining dan tracing TB Paru sehingga dapat berperan aktif dalam membantu penanganan kasus di masyarakat.
“Alhamdulillah seluruh anggota kita dalam keadaan sehat. Dalam pemeriksaan kali ini juga disiapkan fasilitas X-Ray untuk memastikan kondisi kesehatan personel,” ujarnya.
Rachmad menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan periode Januari hingga Mei 2026, terdapat sekitar 600 kasus TB Paru yang terindikasi di wilayah tersebut. Karena itu, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam mendampingi dan melakukan pemantauan terhadap warga yang menjalani pengobatan.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda Jawa Tengah dan petunjuk Kabiddokkes, para Bhabinkamtibmas memiliki tugas melakukan pendampingan, tracing, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang terindikasi TB Paru agar segera berobat ke puskesmas. Alhamdulillah pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan siap bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Sementara itu, Karumkit Bhayangkara Tingkat II Semarang Kombes Pol dr. Yudi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan asistensi tersebut merupakan bagian dari upaya eliminasi TB Paru di Jawa Tengah.
“Jawa Tengah saat ini menempati peringkat ketiga kasus TB Paru di Indonesia. Oleh karena itu, kami dari Biddokes Polda Jateng bersama seluruh jajaran Polres berupaya melakukan langkah-langkah percepatan agar eliminasi TB Paru dapat tercapai secara signifikan dalam waktu yang lebih singkat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan di puskesmas dapat menjadi kekuatan utama dalam penanganan TB Paru di tingkat desa dan kelurahan.
“Pengobatan tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas, sementara Bhabinkamtibmas berperan melakukan pendampingan dan pemantauan agar pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pengarahan dari tim Biddokkes Polda Jateng, menjalani registrasi dan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, edukasi pencegahan TB Paru, hingga pendataan hasil pemeriksaan untuk bahan monitoring dan tindak lanjut kesehatan personel.
Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 71 personel Bhabinkamtibmas mengikuti asistensi dan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai tahapan yang ditentukan oleh tim medis.
Melalui program ini, diharapkan para Bhabinkamtibmas tidak hanya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif sebagai pendamping masyarakat dalam upaya memutus rantai penularan TB Paru di Kabupaten Pekalongan. (Mbah yanto)






