Ini yang Dilakukan Disdukcapil Inhu, Kejar Target Pemilih Pemula

Indragiri Hulu|tran7riau.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali melakukan rekam KTP-el ke sekolah tingkat SMA sederajat.

Perekaman KTP-el kali ini masih dalam rangka untuk mensukseskan Pilkada serentak, khususnya untuk pemilih pemula. “Mengacu kepada visi dan misi bupati dan wakil bupati, Disdukcapil terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kadisdukcapil Inhu, Syaiful Bahri S.Sos, Kamis (8/8/2024).

Dijelaskannya, turun lapangan lanjutan dilakukan di SMKN 1 Rengat, SMKN 1 Seberida dan SMKN 1 Pasir Penyu. Dimana, turun lapangan itu dilakukan sejak Senin (5/8/2024) kemarin hingga Rabu (8/8/2024) dan telah melakukan perekaman KTP-el sebanyak 376 siswa.

“Di SMKN 1 Seberida ada sebanyak 40 siswa, di SMKN 1 Rengat sebanyak 135 siswa dan di SMKN 1 Pasir Penyu sebanyak 201 siswa,” ucapnya.

Untuk mengejar perekaman KTP-el dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak khususnya pemilih pemula, Disdukcapil akan turun di 49 SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Inhu. Sehingga melalui turun lapangan itu, bagi pemilih pemula tidak ada lagi kendala saat menyampaikan hak suara pada Pilkada mendatang.

Kadisdukcapil juga menyampaikan bahwa, pihaknya saat turun lapangan menggunakan alat Starlink. “Starlink bertujuan untuk menyediakan akses internet berkualitas tinggi terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional,” sebutnya.

Kemudian disampaikannya, dari data yang ada, terdapat sebanyak 36 orang pemilih pemula yang akan berusia 17 tahun pada tanggal 27 November 2024 mendatang. “Bersamaan pelaksanaan pemungutan suara pada Pilkada mendatang, ada 36 orang berusia 17 tahun,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikannya, saat turun lapangan masih ada sejumlah kendala yang dihadapi tim. Kendala itu seperti, imbauan kepada siswa membawa fotocopy KK masih ada yang tidak membawa. Sehingga tidak bisa dilakukan perekaman KTP-el. Kurangnya keinginan siswa untuk perekaman KTP-el di sekolah dengan alasan ingin berbaju bebas dan ber make up bagi perempuan,” bebernya. (B.Irianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *