“Wujudkan Penegakan Hukum Humanis, Kapolsek Peranap Iptu Yopi Ferdian Gencarkan Pembinaan Rohani Tahanan” 

PERANAP-INHU | Tran7riau.com

Suasana di Mapolsek Peranap pada Kamis malam (Malam Jumat) terasa berbeda dari biasanya. Tidak hanya riuh dengan suara langkah petugas yang berjaga, namun terdengar sayup lantunan ayat suci dan tausiyah hangat dari balik ruang tahanan.

​Inilah wujud nyata program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang digagas oleh Polsek Peranap. Di bawah arahan Kapolsek Peranap, Iptu Yopi Ferdian, S.H., M.H., M.Si., kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai upaya menyentuh sisi kemanusiaan para tahanan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. (22/01/2026) Malam

​Mengetuk Pintu Tobat
Aipda Irvan Habibie, sosok Bhabinkamtibmas Kelurahan Baturijal Hilir yang menjadi sosok sentral dalam kegiatan ini.

Dengan penuh kesabaran, ia duduk bersimpuh bersama para tahanan, menanggalkan sekat antara petugas dan warga binaan.

​Dalam kajian rutin malam Jumat tersebut, Aipda Irvan tidak hanya memberikan ceramah agama, tetapi juga membuka ruang dialog bagi para tahanan untuk mencurahkan isi hati dan rasa sesal mereka.

​”Kami ingin mereka merasa bahwa masa lalu yang kelam bukan akhir dari segalanya.

Di sini, di balik jeruji ini, adalah waktu terbaik untuk merenung dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta,” ujar Aipda Irvan Habibie.

​Komitmen Pelayanan Humanis ​Kapolsek Peranap, Iptu Yopi Ferdian, S.H., M.H., M.Si., menegaskan bahwa penegakan hukum tidak melulu soal hukuman fisik atau kurungan.

Menurutnya, pendekatan spiritual jauh lebih efektif untuk mengubah pola pikir (mindset) seseorang.

​”Tugas kami bukan hanya menjaga mereka agar tidak lari, tapi memastikan saat mereka keluar nanti, ada nilai-nilai kebaikan yang mereka bawa pulang.

Program Binrohtal ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada para tahanan,” tegas Iptu Yopi.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat menekan angka residivisme (pengulangan tindak pidana) dan memberikan ketenangan batin bagi para tahanan selama menjalani proses hukum.

​Harapan Baru Salah satu tahanan mengaku sangat terbantu dengan adanya kajian rutin ini. Ia merasa lebih tenang dan menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya.

“Kehadiran Pak Irvan yang mau duduk bareng, membuat kami merasa masih dianggap sebagai manusia yang bisa berubah,” ungkapnya lirih.

​Dengan langkah-langkah humanis seperti ini, Polsek Peranap membuktikan bahwa di balik seragam cokelat yang tegas, terdapat hati yang peduli terhadap masa depan setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang tersandung masalah hukum.

A – B

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *