TINJAU KESIAPAN PENANGGULANGAN KARHUTLA, PASIS DIKREG LXVIII SESKOAD LAKSANAKAN AUDIENSI DI YONIF TP 850/SC

INDRAGIRI HULU | Tran7riau.com

Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) melaksanakan audiensi di Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 850/SC, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Kamis (3/9/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan Pembinaan Satuan (KKL Binsat) Pasis Dikreg LXVIII Seskoad dengan fokus kajian pada kesiapan operasional satuan TNI AD dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Rombongan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad didampingi Patun Seskoad Kolonel Kav Jacob Patty dan Dosen Seskoad Kolonel Inf Asman Mokoginta. Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Danyonif TP 850/SC Letkol Inf Eko Sugiarto beserta para Perwira Yonif TP 850/SC.

Audiensi dilaksanakan sebagai sarana memperoleh gambaran faktual mengenai kesiapan satuan dalam menghadapi potensi bencana Karhutla, khususnya terkait pelibatan Yonif TP 850/SC dalam mendukung penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Pembahasan juga diarahkan pada kesiapan personel, mekanisme pelibatan satuan, koordinasi dengan unsur terkait, serta implementasi prosedur tetap (Protap) satuan dalam menghadapi kondisi darurat Karhutla.

Salah satu substansi penting dalam kegiatan tersebut adalah pembahasan mengenai uji Protap penanganan Karhutla. Pengujian Protap menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa mekanisme komando dan pengendalian, kesiapan personel, prosedur tindakan, serta koordinasi antarelemen dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, terpadu dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dalam perspektif pembinaan satuan, kesiapan menghadapi bencana merupakan bagian dari kemampuan satuan dalam merespons dinamika tugas di wilayah. Kondisi Karhutla yang dapat berkembang secara cepat menuntut kesiapsiagaan personel, kejelasan prosedur, kemampuan adaptasi, serta koordinasi yang efektif dengan Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil), pemerintah daerah, BPBD, Polri dan stakeholder terkait.

Berdasarkan rangkaian kegiatan dan pembahasan yang dilaksanakan, kesiapan Yonif TP 850/SC dalam mendukung penanggulangan Karhutla dinilai sangat baik. Hal tersebut tercermin dari kesiapan satuan dalam menghadapi kemungkinan pelibatan personel serta pemahaman terhadap mekanisme dan prosedur penanganan Karhutla. Seluruh rangkaian audiensi berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.

Pada kesempatan tersebut, Patun Seskoad Kolonel Kav Jacob Patty menyampaikan apresiasi kepada Danyonif TP 850/SC beserta seluruh jajaran atas sambutan dan penerimaan terhadap Pasis Dikreg LXVIII Seskoad.

“Terima kasih kepada Danyonif TP 850/SC beserta jajaran atas sambutan dan penerimaan yang diberikan kepada Pasis Dikreg LXVIII Seskoad. Sebagai satuan TNI AD, kesiapsiagaan harus senantiasa dipelihara sehingga satuan mampu menghadapi berbagai dinamika tugas dalam keadaan apa pun, termasuk dalam menghadapi bencana, khususnya Karhutla,” ungkapnya.

Sementara itu, Danyonif TP 850/SC Letkol Inf Eko Sugiarto menyampaikan bahwa kegiatan KKL Binsat hendaknya dimanfaatkan para Pasis sebagai sarana pembelajaran untuk memperkaya wawasan dan pengalaman dalam memahami dinamika pembinaan serta kesiapan operasional satuan.

“Pelajari dan ambil berbagai ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri sebagai pemimpin TNI AD di masa depan,” pesannya kepada para Pasis.

Melalui kegiatan KKL Binsat ini, para Pasis tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga mendapatkan gambaran empiris mengenai bagaimana sebuah satuan mempersiapkan personel, prosedur dan mekanisme pelibatan dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kesiapan operasional satuan, Protap yang aplikatif, kepemimpinan yang responsif, serta sinergi lintas sektoral merupakan elemen strategis dalam mendukung keberhasilan penanggulangan Karhutla. Dengan kesiapan tersebut, satuan TNI AD diharapkan mampu memberikan respons secara cepat, tepat dan terkoordinasi dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat ketika menghadapi bencana.

Sumber: Pasis Dikreg LXVIII Seskoad – Yonif TP 850/SC

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *