“Syiar Hijau dari Rumbai: Kemenag Pekanbaru & Baitul Qur’an Padukan Ekoteologi dalam Santri Solidarity Games 2025”

PEKANBARU | Tran7riau.com

Menyongsong Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kantor Kemenag Kota Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian bumi. Melalui gerakan Ekoteologi, Kemenag berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Riau menggelar aksi hijau yang memadukan semangat religiusitas dengan kepedulian lingkungan hidup, Jumat (19/12/2025).

Aksi yang berlangsung di Kecamatan Rumbai Barat ini menjadi bagian dari seremoni pembukaan The 2nd Santri Solidarity Games (SSG) 2025. Sebanyak 430 santri dari empat negara tetangga—Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Brunei—berkumpul tidak hanya untuk bertanding secara sportif, tetapi juga untuk melakukan aksi nyata bagi alam.

Sinergi Tokoh dan Kolaborasi Strategis
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI), KH. Ayi Abdul Rosyid, Lc., serta tokoh-tokoh dari MPDI Riau, Pordasi, dan Bank Indonesia. Kehadiran para tokoh ini disambut hangat oleh pimpinan Ponpes Baitul Qur’an, Buya Royansyah Fitrah dan KH. Irwan Said.

Mewakili Kepala Kantor Kemenag Pekanbaru, H. Suhardi HS (Kasubbag Tata Usaha) menekankan bahwa pesantren harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem.

“Ekoteologi bukan sekadar konsep, tapi aksi. Melalui penanaman pohon buah dan penyebaran benih ikan, kita ingin mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” tegas Suhardi.

Aksi Nyata Dari Panahan Hingga Ketahanan Pangan
Puncak acara ditandai dengan aksi simbolis oleh Wakil Walikota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, yang menanam pohon buah produktif serta menebar benih ikan nila dan lele di area pesantren. Langkah ini memperkuat pesan bahwa kemandirian pangan dan tanggung jawab ekologis adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Selain aksi lingkungan, kemeriahan SSG 2025 juga diwarnai dengan atraksi Horseback Archery (panahan berkuda) yang memukau. Pada momen yang sama, dilakukan peluncuran Sistem Terpadu Baitul Qur’an (TERBAIQ) Farm. Inovasi Integrated Farming System ini diproyeksikan menjadi model kemandirian pangan berbasis pesantren yang berkelanjutan.

Dengan semangat Ekoteologi, gelaran Santri Solidarity Games kali ini sukses membuktikan bahwa dakwah Islamiyah bisa berjalan beriringan dengan pelestarian alam, menciptakan harmoni antara manusia, pencipta, dan semesta.

A – B

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *