SEMARANG | Tran7riau.com
Pengembangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan perkara korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq memasuki babak baru.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman Ashraff Abu, suami Fadia Arafiq, di Kota Semarang, Jumat (23/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, penyidik menyita satu unit mobil listrik mewah BMW i7 xDrive60.
Pengembangan perkara ini turut menyeret nama Muhammad Sabiq Ashraff, putra Fadia Arafiq, yang disebut pernah menjabat sebagai Direktur PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).
Sabiq bersama ayahnya, Ashraff Abu, telah dimintai keterangan oleh penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka mendalami dugaan aliran aset dan transaksi yang berkaitan dengan perkara TPPU.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyitaan kendaraan mewah tersebut merupakan bagian dari proses penelusuran aset atau asset tracing dalam penyidikan dugaan TPPU.
PT RNB sendiri menjadi salah satu perusahaan yang dikaitkan dengan pengembangan perkara tersebut. Perusahaan itu disebut berkaitan dengan pengelolaan tenaga outsourcing di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit umum daerah (RSUD), serta wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Dalam proses penyidikan, KPK juga mendalami dugaan aliran dana yang disebut berkaitan dengan sejumlah pihak dalam keluarga Fadia Arafiq, termasuk Sabiq.
Namun, seluruh dugaan tersebut masih dalam proses hukum dan pendalaman oleh penyidik KPK. Status hukum masing-masing pihak juga harus mengacu pada keterangan resmi lembaga penegak hukum serta proses persidangan yang sedang berjalan.
Sementara itu, Fadia Arafiq saat ini menghadapi perkara korupsi dan telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.
Penyitaan BMW i7 dari rumah keluarga Fadia menjadi bagian terbaru dari upaya KPK menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Pengembangan kasus ini pun menjadi perhatian publik, terutama karena pemeriksaan turut menyentuh lingkaran keluarga Bupati Pekalongan nonaktif, termasuk putranya, Muhammad Sabiq Ashraff.
KPK masih terus melakukan penelusuran untuk mengungkap asal-usul aset dan dugaan aliran dana dalam perkara tersebut.



