INHU | Tran7riau.com
Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri Kabinet Akselerasi Raya, Adam Maulana, menyerukan kepada seluruh masyarakat Riau untuk tetap tenang, objektif, dan terus mengawal proses hukum terkait kasus korupsi yang menjerat Gubernur Riau tanpa menggiring opini ataupun terprovokasi oleh narasi yang tidak berbasis fakta.
Dalam pernyataannya, Adam menegaskan bahwa korupsi tidak boleh dinormalisasi dalam bentuk apa pun, terlebih ketika terjadi di tengah kondisi anggaran daerah yang sedang defisit dan pembangunan Riau yang membutuhkan transparansi penuh. Ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa penegakan hukum harus berjalan berdasarkan bukti, bukan tekanan publik.
“Ini bukan tentang siapa yang kita dukung, tetapi tentang masa depan daerah kita. Ketika ada dugaan tindakan korupsi, maka proses penegakan hukum wajib kita kawal bersama tanpa membela individu tertentu, tanpa memojokkan pihak mana pun, dan tanpa menciptakan opini yang justru mengaburkan fakta,” tegas Adam.
Adam juga mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada polarisasi atau upaya pengaburan isu, karena yang paling penting saat ini adalah memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Sudah cukup kita hidup dalam bayang-bayang kasus demi kasus, kekecewaan demi kekecewaan. Saatnya kita tidak menormalisasi korupsi, tidak membela perilaku yang merugikan rakyat, dan mengawal setiap proses hukum dengan kepala dingin,” ujarnya.
AR – BI






