Polres Pekalongan Ungkap 16 Kasus Narkoba dalam Tiga Bulan, 24 Tersangka Diamankan

TRAN7RIAU.Polres Pekalongan – Polda Jateng – Polres Pekalongan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di Aula Setya Polres Pekalongan, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolres Pekalongan memaparkan hasil pengungkapan kasus selama periode Maret hingga Mei 2026.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., mengatakan, selama kurun waktu tiga bulan tersebut, Satresnarkoba Polres Pekalongan berhasil mengungkap 16 kasus yang meliputi peredaran sabu, ganja, dan obat-obatan terlarang.

 

“Dari 16 kasus yang berhasil kami ungkap, terdapat 24 orang tersangka yang berhasil diamankan. Sebagian besar dari mereka berperan sebagai pengedar yang menjadi mata rantai peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pekalongan,” kata AKBP Rachmad dalam konferensi pers.

 

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus dilakukan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Rinciannya, empat kasus di Kecamatan Bojong, lima kasus di Kecamatan Wiradesa, tiga kasus di Kecamatan Sragi, tiga kasus di Kecamatan Kedungwuni, serta satu kasus di Kecamatan Kauman, Kabupaten Batang, yang merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan perkara di wilayah Wiradesa.

 

Menurut Kapolres, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras Satresnarkoba dalam melakukan penyelidikan, penyelidikan lanjutan, hingga pengembangan jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

 

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Pekalongan dalam memberantas peredaran narkoba. Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku, baik pengguna maupun pengedar, serta mengembangkan setiap kasus untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Pekalongan,” tegasnya.

 

AKBP Rachmad juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba dengan memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

 

“Kami berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin. Informasi sekecil apapun sangat berarti dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (Her)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *