PERANAP-INHU | Tran7riau.com
Desa Gumanti membuktikan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar wacana. Melalui tangan dingin unit usaha BUMDes Maju Jaya, desa ini sukses menggelar panen raya jagung pipil perdana untuk Kuartal I tahun 2026. Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa desa mampu menjadi tulang punggung ekonomi di tingkat kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung di hamparan hijau lahan pertanian Desa Gumanti ini tak sekadar seremoni. Kehadiran jajaran pimpinan Kecamatan Peranap (Upika) memberikan pesan tegas: Ketahanan pangan adalah kerja kolaborasi.
Kolaborasi di Balik Kesuksesan
Camat Peranap, Benny Aperta, SE, yang hadir langsung di lokasi, tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Ia menilai langkah Desa Gumanti adalah standar baru bagi desa-desa lain di wilayah Peranap.
”Ini adalah stimulus. Jika satu desa bisa memaksimalkan potensi lahannya dengan manajemen BUMDes yang sehat, maka kemandirian pangan di tingkat kecamatan bukan lagi impian,” ujar Benny optimis.
Senada dengan itu, Kapolsek Peranap, Iptu Yopi Ferdian, SH, MH, MSI, menegaskan dukungan dari sisi keamanan dan pendampingan. Melalui Posko Presisi, Polri berkomitmen memastikan stabilitas sosial terjaga lewat program-program produktif masyarakat.
Dari Lahan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) Kepala Desa Gumanti, Irjon, mengungkapkan rasa bangganya atas etos kerja para pengurus BUMDes dan petani. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari keseriusan mengelola sektor pertanian secara profesional.
“Kami ingin membuktikan bahwa desa punya taji secara ekonomi. Terima kasih atas dukungan Camat, Kapolsek, dan Danramil 05/Peranap yang terus memotivasi kami di lapangan,” tutur Irjon di sela-sela prosesi panen.
Direktur BUMDes Maju Jaya, Marlis, menjelaskan alasan di balik pemilihan komoditas jagung pipil
Permintaan Pasar Tinggi Terutama untuk kebutuhan pakan ternak.
Perawatan Terukur Meminimalisir risiko gagal panen bagi petani lokal.
Sirkulasi Ekonomi Hasil penjualan akan dikelola menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) guna pembangunan desa berkelanjutan.
Acara diakhiri dengan pemetikan jagung secara simbolis oleh jajaran pimpinan yang hadir. Gelak tawa dan ramah tamah antara pejabat dan warga menjadi penutup yang hangat, menandai awal baru bagi Desa Gumanti sebagai sentra jagung pipil yang menjanjikan di Indragiri Hulu.
A – B






