PEKANBARU | Tran7riau.com
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus, melontarkan pertanyaan tajam terkait keberadaan dana triliunan rupiah, emas, serta saham yang disebut-sebut menjadi hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia.
Menurutnya, hingga kini publik masih belum mendapatkan penjelasan yang jelas dan transparan mengenai ke mana aliran dana maupun hasil pengelolaan saham tersebut disalurkan.
“Pertanyaan mendasar kami adalah, kemana uang dan emas hasil dari saham PT Freeport itu? Jangan sampai rakyat hanya dijadikan penonton, sementara segelintir pihak saja yang menikmati. Sampai saat ini, rakyat masih bertanya-tanya,” ungkap Larshen Yunus dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat (05/09/2025).
Larshen Yunus bahkan menyinggung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dianggap memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penjelasan terkait pengelolaan saham PT Freeport selama masa kepemimpinannya.
“Pak Jokowi harus menjelaskan secara gamblang. Jangan sampai ada kesan bahwa uang dan emas tersebut disembunyikan. Negara ini milik rakyat, bukan milik kelompok tertentu,” tegasnya.
KNPI Riau menilai, keterbukaan informasi terkait Freeport sangat penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia meminta agar pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi dan transparan mengenai hasil pengelolaan saham tersebut.
“Pemuda Riau akan terus mengawal isu ini, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan hak rakyat,” pungkas Larshen Yunus.
AR – BI






