INHU | Tran7riau.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tancap gas mendukung Program Prioritas Presiden RI. Lewat aksi serentak secara nasional, Diskes Inhu menggelar program Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar langsung 7.300 warga di wilayah Indragiri Hulu.
Tidak tanggung-tanggung, program jemput bola ini ditargetkan menyentuh 73 lokus pelayanan dengan sasaran 100 orang per lokasi. Seluruh armada pelayanan kesehatan dikerahkan, melibatkan 20 Puskesmas hingga Rumah Tahanan (Rutan) demi mendeteksi dan memutus rantai penularan TB secara aktif dari akar rumput.
Fokus utama skrining dialokasikan bagi kelompok berisiko tinggi, mulai dari kontak serumah dan kontak erat pasien TB, warga bergejala, penderita diabetes melitus, lansia, perokok, masyarakat di pemukiman padat, hingga warga binaan pemasyarakatan.
Tak hanya fokus pada TB, warga yang hadir juga dimanjakan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) lengkap. Layanan ini mencakup:
Pemeriksaan kondisi kesehatan dasar
Identifikasi faktor risiko penyakit
Edukasi dan konsultasi kesehatan
Tindak lanjut penanganan medis secara intensif
Langkah preventif dan promotif ini dihadirkan untuk mendekatkan akses layanan medis berkualitas tanpa hambatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Indrawansyah, menegaskan pentingnya deteksi dini untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
”Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan yang makin dekat dan responsif. Kami mengimbau warga yang masuk dalam sasaran untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Makin cepat TB terdeteksi, makin cepat kita obati, dan risiko penularan bisa kita tekan secara drastis,” ujar Indrawansyah, Minggu (2/8/2026).
Indrawansyah menambahkan bahwa program CKG ini merupakan wujud nyata akselerasi program Presiden RI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sistem deteksi dini yang mudah diakses.
Guna menyukseskan target besar ini, Diskes Inhu mengajak seluruh elemen—mulai dari perangkat desa, kecamatan, tokoh masyarakat, hingga kader kesehatan—untuk saling bahu-membahu.
”Eliminasi TB 2030 bukan sekadar target di atas kertas, tapi misi bersama. Lewat kolaborasi solid di lapangan, kita optimis penanganan TB di Inhu bisa lebih cepat, tepat, dan tuntas,” tutupnya.






