Tran7riau.vom, – INHU – Pengalaman panjang di dunia jurnalistik, kiprah organisasi, serta perjalanan membangun usaha menjadi bekal Jefri Hadi untuk maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Konferensi Kabupaten (Konferkab) VII PWI Inhu.
Wartawan media online Go Riau tersebut membawa misi menyatukan wartawan, memperkuat penerapan kode etik jurnalistik, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.
Jefri menilai profesi wartawan harus dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas.
Menurutnya, praktik oknum yang mengaku sebagai wartawan tetapi menyalahgunakan profesi berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mencederai marwah pers.
Berangkat dari kegelisahan itu, Jefri ingin menjadikan PWI Inhu sebagai wadah yang mampu merangkul wartawan, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan tugas jurnalistik dijalankan sesuai kode etik serta kaidah yang berlaku.
Berawal dari Perantau Minangkabau
Jefri Hadi lahir di Batusangkar, Sumatera Barat, pada 19 Januari 1985. Ia merantau ke Kabupaten Indragiri Hulu pada tahun 2000 setelah menamatkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pangian, Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Pendidikan menengah atas ditempuhnya di SMA Negeri 3 Rengat, yang kini dikenal sebagai SMAN 1 Rengat Barat. Ia menamatkan pendidikan tersebut pada tahun 2003.
Selepas SMA, Jefri menjalani dunia usaha sebagaimana banyak perantau Minangkabau yang merintis kehidupan dengan berdagang.
Perjalanan hidupnya kemudian mempertemukannya dengan Defrianto Tanius, seorang wartawan yang memperkenalkannya lebih dekat dengan dunia jurnalistik.
Pertemuan tersebut menumbuhkan ketertarikan Jefri terhadap profesi wartawan. Pada 2009, ia mulai menekuni pekerjaan jurnalistik dan menjalani perjalanan panjang sebagai pencari serta penyampai informasi kepada masyarakat.
Pengalaman Mengungkap Kasus Perdagangan Orang
Salah satu pengalaman yang membekas dalam perjalanan jurnalistik Jefri terjadi pada 2011. Ketika bekerja di Tabloid Moral, ia terlibat dalam membongkar kasus perdagangan orang atau human trafficking di sebuah lokalisasi di kawasan Pucuk Jambi.
Dalam peliputan tersebut, Jefri bekerja sama dengan Polda Jambi. Berdasarkan pengalamannya, upaya itu turut membantu membebaskan 11 orang korban perdagangan orang dan mempertemukan mereka kembali dengan keluarga.
Bagi Jefri, pengalaman itu memberikan kepuasan tersendiri. Ia melihat bahwa kerja jurnalistik bukan sekadar menghasilkan tulisan dan menyampaikan kabar, tetapi juga dapat membantu mengungkap persoalan sosial yang membutuhkan perhatian publik.
Pengalaman itu semakin menguatkan kecintaannya terhadap profesi wartawan. Selain menjadi penyambung lidah masyarakat, pekerjaan tersebut memberinya kesempatan memperluas wawasan, membangun jaringan, dan memahami berbagai persoalan kehidupan.
Meniti Karier di Sejumlah Media
Karier jurnalistik Jefri dimulai sebagai wartawan Harian Nasional Harapan Rakyat pada 2009. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Tabloid Moral.
Pada 2012, ia melanjutkan kiprahnya di Koran Harian Berita Terkini sebelum bergabung dengan media online Go Riau pada tahun yang sama. Hingga kini, Jefri masih menjalankan profesi jurnalistik di media tersebut.
Pengalaman bekerja di media cetak dan media online memberinya kesempatan memahami dinamika pemberitaan serta perkembangan industri pers. Perjalanan itu juga menjadi bekal untuk menghadapi tantangan jurnalistik yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Mengantongi Kompetensi Wartawan Madya
Dalam pengembangan profesional, Jefri telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers jenjang Muda pada 2013 melalui Lembaga Penguji Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru.
Pada 2026, ia kembali mengikuti UKW dan memperoleh jenjang Wartawan Madya melalui PWI Jaya di Jakarta.
Kompetensi tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebagai wartawan. Saat ini, Jefri juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.
Pendidikan hukum yang sedang ditempuhnya diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan pekerjaan jurnalistik, termasuk kebebasan pers, tanggung jawab pemberitaan, dan perlindungan terhadap profesi wartawan.
Aktif di Organisasi dan Kepemimpinan
Selain berkarier di media, Jefri terlibat dalam sejumlah organisasi. Ia dipercaya menjabat Bendahara PWI Inhu periode 2023–2026.
Pengalaman di organisasi profesi tersebut memberinya kesempatan memahami administrasi, pengelolaan organisasi, dan kebutuhan anggota. Pengalaman itu pula yang menjadi salah satu bekalnya untuk maju dalam Konferkab VII PWI Inhu.
Jefri juga menjabat Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Inhu sejak 2017 hingga sekarang.
Pada 2026, ia dipercaya menjadi Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kecamatan Rengat Barat.
Berbagai peran tersebut menjadi bagian dari pengalamannya berinteraksi dengan masyarakat dan mengelola organisasi. Jefri berharap pengalaman itu dapat diterapkan untuk membangun PWI Inhu yang lebih solid, terbuka, dan bermanfaat bagi anggotanya.
Menyeimbangkan Profesi Wartawan dan Dunia Usaha
Di luar kegiatan jurnalistik dan organisasi, Jefri juga menjalankan usaha air minum dalam kemasan (AMDK). Baginya, usaha menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga sekaligus cara membangun kemandirian finansial.
Ia berpandangan, wartawan membutuhkan kondisi ekonomi yang memadai agar dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan tidak mudah terpengaruh kepentingan yang bertentangan dengan kode etik.
Namun, kemandirian ekonomi tersebut harus tetap berjalan seiring dengan integritas. Profesi wartawan, menurut gagasan yang dibawanya, harus dijaga agar tetap berorientasi pada kepentingan publik, bukan menjadi alat untuk menekan atau mencari keuntungan dari masyarakat.
Keluarga Menjadi Sumber Dukungan
Di balik aktivitasnya sebagai wartawan dan pelaku usaha, Jefri menjalani kehidupan keluarga bersama istrinya, Dinia Rozawati, serta seorang anak bernama Salsabila Azalia.
Ia mengakui bahwa pekerjaan jurnalistik menuntut kesiapsiagaan dan sering kali menyita waktu di luar rumah. Sebagai bagian dari kontrol sosial, wartawan harus siap menjalankan tugas ketika masyarakat membutuhkan informasi.
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sementara itu, usaha yang dijalaninya turut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga ia dapat menjaga independensi dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Pengalaman memimpin keluarga, mengelola usaha, dan terlibat dalam organisasi menjadi bekal yang ingin dibawanya jika mendapat kepercayaan memimpin PWI Inhu.
Membawa Misi Menyatukan Wartawan dan Memulihkan Kepercayaan Publik
Dalam pencalonannya sebagai Ketua PWI Inhu, Jefri membawa gagasan untuk menyatukan wartawan dalam menjalankan amanah jurnalistik sesuai kode etik dan kaidah pemberitaan.
Ia juga ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap wartawan dengan menegaskan bahwa wartawan merupakan bagian dari masyarakat yang bertugas menyampaikan informasi, edukasi, dan inspirasi.
Menurutnya, hubungan wartawan dengan masyarakat harus dibangun melalui kepercayaan. Karena itu, perilaku yang menyalahgunakan identitas wartawan perlu dibedakan secara tegas dari kerja jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.
Bagi Jefri, PWI harus hadir sebagai organisasi profesi yang mendorong peningkatan kualitas wartawan sekaligus menjaga marwah pers. Organisasi juga perlu menjadi ruang kebersamaan agar wartawan dapat saling menguatkan, belajar, dan menjalankan tugas secara independen.
Melalui Konferkab VII PWI Inhu, Jefri Hadi menawarkan pengalaman jurnalistik, kompetensi Wartawan Madya, pengalaman organisasi, serta kemandirian usaha sebagai bekal untuk memimpin organisasi.
(Bisma Irianto)






