Dukung Ketahanan Pangan, Personel Polsek Peranap Monitor Perkembangan Kebun Jagung Poktan Bina Usaha

PERANAP | Tran7riau.com

Guna menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Kepolisian Sektor (Polsek) Peranap gencar melakukan pengawalan dan pendampingan langsung kepada para petani di wilayah hukumnya.

Pada hari ini, Kapolsek Peranap Iptu Yopi Ferdian, S.H., M.H., M.Si., yang diwakili oleh personel Bhabinkamtibmas Brigadir Rian Esbi, turun langsung ke lapangan untuk memonitor perkembangan tanaman jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Bina Usaha.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk melihat secara dekat kondisi pertumbuhan tanaman, mengantisipasi potensi hama, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi maupun kendala yang dihadapi oleh para petani setempat.

Sinergi Polri dan Petani Demi Kemandirian Pangan
Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Rian Esbi tampak berbaur bersama pengurus dan anggota Poktan Bina Usaha di area perkebunan. Selain melakukan pengecekan fisik tanaman jagung yang mulai tumbuh subur, ia juga memberikan motivasi agar para petani tetap semangat dalam mengelola lahan mereka.

Kapolsek Peranap, Iptu Yopi Ferdian, S.H., M.H., M.Si., saat dikonfirmasi terpisah menyampaikan bahwa kehadiran personelnya di tengah-tengah kelompok tani merupakan komitmen nyata Polri dalam mendukung ketersediaan pangan yang kuat di tingkat desa hingga kecamatan.

“Kami melalui para personel di lapangan berkomitmen penuh untuk mengawal program ketahanan pangan ini. Bukan sekadar tumbuh, kita ingin memastikan hasil panen Poktan Bina Usaha nantinya bisa optimal, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat Peranap,” ujar Iptu Yopi Ferdian.

Diapresiasi oleh Kelompok Tani
Kehadiran dan perhatian dari pihak Polsek Peranap ini mendapat respons positif dari pengurus Kelompok Tani Bina Usaha. Mereka merasa termotivasi dan lebih aman dalam menjalankan aktivitas pertanian dengan adanya pendampingan rutin dari kepolisian.

Melalui kegiatan monitoring berkala seperti ini, Polsek Peranap berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat—khususnya sektor pertanian—semakin solid, sekaligus menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif berbasis kesejahteraan masyarakat.

A – B

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *