KELAYANG – INHU | Tran7riau.com
Merespons keluhan masyarakat di empat desa terkait wabah lalat yang meresahkan, Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bersama Forkopimcam Kelayang melakukan peninjauan lapangan dan mediasi di operasional peternakan PT Alhamdulillah Agri Farm, Desa Sungai Kuning Binio, Kamis (15/1/2026).
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas laporan warga Desa Sungai Kuning Binio, Desa Tanjung Beludu, Desa Simpang Kota Medan, dan Desa Bukit Selajut yang merasa aktivitas harian dan usahanya terganggu oleh peningkatan populasi lalat yang diduga bersumber dari area peternakan tersebut.
Sinergi Lintas Sektoral
Hadir dalam peninjauan tersebut perwakilan dari Distankan Kab. Inhu, DPM PTSP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Sekcam Kelayang, Kapolsek Kelayang Iptu Rudi Syahputra, Danpos Kelayang Serma Surya Hadi Wibowo, serta para Kepala Desa terkait.
Dalam diskusi di lokasi, Mufrizal, S.T (Kabid Peternakan Distankan Inhu) menegaskan bahwa kehadiran tim adalah bentuk pelayanan cepat atas laporan warga.
Sementara itu, pihak teknis menyarankan perubahan sistem alas kandang dari slat plastik ke sekam guna menekan kelembaban yang menjadi pemicu berkembangbiaknya lalat.
Komitmen dan Permohonan Maaf Pengelola
Pengelola PT Alhamdulillah Agri Farm, Ali Akbar, didampingi pengawas lapangan Syahrial, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak.
Ia mengakui adanya kendala teknis pada sistem blower dan kebocoran saluran air yang memicu kelembaban kotoran ayam (kohe).
”Kami berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan.
Saat ini kandang dalam kondisi kosong pasca-panen, dan kami tengah melakukan fogging intensif serta pembersihan total. Kami memohon masyarakat bersabar, kami akan berbenah diri,” ujar Syahrial.
Ketegasan dalam Surat Pernyataan
Pertemuan yang berlangsung kondusif tersebut menghasilkan kesepakatan tertulis.
Berdasarkan Perda No. 12 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum, pihak perusahaan menandatangani surat pernyataan yang memuat poin-poin krusial, di antaranya
Pembasmian Cepat Segera membasmi lalat di area kandang dan pemukiman dalam waktu 3 hingga 7 hari.
Penambahan Alat Menambah unit fogging untuk menjangkau empat desa terdampak.
Perbaikan Manajemen Memperbaiki sistem drainase kandang dan rutin membersihkan kotoran.
Sanksi Administratif Bersedia ditinjau kembali izin usahanya jika permasalahan tidak tuntas sesuai target.
Jeda Operasional Menunda pengisian bibit ayam baru (chick-in) selama satu periode untuk memastikan lingkungan kembali steril.
Respon Masyarakat
Sebanyak 20 perwakilan warga Desa Tanjung Beludu yang hadir di Kantor Desa Sungai Kuning Binio menyampaikan harapan agar komitmen ini benar-benar dijalankan.
Kapolsek Kelayang, Iptu Rudi Syahputra, menekankan pentingnya manajemen yang baik agar keresahan masyarakat tidak berlarut-larut.
”Manajemen pengelolaan harus diperbaiki secara permanen. Kami dari jajaran kepolisian dan TNI akan terus memantau perkembangan di lapangan agar situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolsek.
Kegiatan berakhir pada pukul 14.35 WIB dengan semangat kekeluargaan. Tim Terpadu Kabupaten Inhu memastikan akan terus memonitor lokasi tersebut secara berkala guna memastikan kenyamanan warga kembali pulih.
A – B






