Gudang Rosok di Winong Boyolali Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta

Tran7riau BOYOLALI – Sebuah gudang rosok milik warga di Dukuh Mulyosari, RT 04/RW 01, Desa Winong, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, terbakar pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.20 WIB.

 

Gudang milik Widodo tersebut diketahui menyimpan limbah plastik dan kain perca. Kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah di sekitar gudang.

 

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui jajaran Polsek Boyolali Kota menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, sekitar pukul 11.50 WIB istri korban, Susiani, melakukan pembakaran sampah di sekitar gudang.

 

Sekitar 30 menit kemudian, korban bersama istrinya mengetahui api mulai membesar dan merambat ke bagian gudang yang berisi bahan mudah terbakar berupa limbah plastik dan kain perca. Warga kemudian menghubungi Polsek Boyolali Kota dan petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga
Siaran berita Bid Humas Polda Jateng Senin, 21 September 2026   *Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jateng Resmikan Mushola Pelita Kemala, Dorong Pendidikan Berkarakter di SMP Bhayangkari Karanganyar*   Polda Jateng – Kabupaten Karanganyar | Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membekali peserta didik dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.  Semangat tersebut tercermin dalam peresmian Mushola Pelita Kemala SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Senin (21/9/2026).  Mushola tersebut diresmikan oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Ny. Diana Ribut Hari Wibowo, didampingi Penasihat Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Tengah sekaligus Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo.  Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Usai prosesi peresmian, rombongan meninjau secara langsung fasilitas Mushola Pelita Kemala, ruang-ruang kelas, serta aktivitas pembelajaran di lingkungan SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar.  Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, Ketua Bhayangkari Cabang Karanganyar Ny. Mariana Arman Sahti, Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, jajaran Pengurus Daerah Bhayangkari Jawa Tengah, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Karanganyar, serta unsur Yayasan Kemala Bhayangkari.  Kepala SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar, Muhammad Ali Wardoyo, mengatakan pembangunan dan peresmian mushola tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.  “Saat ini SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan telah menorehkan sejumlah prestasi, baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.  Menurutnya, pengembangan potensi siswa tidak hanya dilakukan melalui bidang akademik. Sekolah juga terus mendorong penguasaan teknologi melalui pengembangan kelas robotik yang membekali siswa dengan kemampuan coding dan keterampilan teknologi.  “Keberadaan Mushola Pelita Kemala kami harapkan dapat menjadi sarana ibadah sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa, sehingga mampu menjadi generasi yang beriman, berakhlak, berprestasi, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambahnya.  Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan keberadaan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari merupakan bagian dari kontribusi keluarga besar Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.  “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang memiliki karakter, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, penguatan pendidikan tidak cukup hanya melalui aspek akademik, tetapi juga perlu dibarengi dengan penanaman nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan penguasaan teknologi,” ujarnya.  Menurutnya, peresmian Mushola Pelita Kemala dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.  “Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, berprestasi, serta memiliki wawasan dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan,” tambahnya.  Pengembangan tersebut mencakup peningkatan fasilitas pendidikan, kualitas proses pembelajaran, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik agar memiliki bekal yang seimbang dalam menghadapi tantangan masa depan.
BACA JUGA
Siaran berita Bid Humas Polda Jateng Senin, 21 September 2026 *Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jateng Resmikan Mushola Pelita Kemala, Dorong Pendidikan Berkarakter di SMP Bhayangkari Karanganyar* Polda Jateng – Kabupaten Karanganyar | Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membekali peserta didik dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Semangat tersebut tercermin dalam peresmian Mushola Pelita Kemala SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Senin (21/9/2026). Mushola tersebut diresmikan oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Ny. Diana Ribut Hari Wibowo, didampingi Penasihat Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Tengah sekaligus Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Usai prosesi peresmian, rombongan meninjau secara langsung fasilitas Mushola Pelita Kemala, ruang-ruang kelas, serta aktivitas pembelajaran di lingkungan SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti, Ketua Bhayangkari Cabang Karanganyar Ny. Mariana Arman Sahti, Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, jajaran Pengurus Daerah Bhayangkari Jawa Tengah, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Karanganyar, serta unsur Yayasan Kemala Bhayangkari. Kepala SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar, Muhammad Ali Wardoyo, mengatakan pembangunan dan peresmian mushola tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. “Saat ini SMP Kemala Bhayangkari Karanganyar terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan telah menorehkan sejumlah prestasi, baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya. Menurutnya, pengembangan potensi siswa tidak hanya dilakukan melalui bidang akademik. Sekolah juga terus mendorong penguasaan teknologi melalui pengembangan kelas robotik yang membekali siswa dengan kemampuan coding dan keterampilan teknologi. “Keberadaan Mushola Pelita Kemala kami harapkan dapat menjadi sarana ibadah sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa, sehingga mampu menjadi generasi yang beriman, berakhlak, berprestasi, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambahnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan keberadaan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari merupakan bagian dari kontribusi keluarga besar Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang memiliki karakter, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena itu, penguatan pendidikan tidak cukup hanya melalui aspek akademik, tetapi juga perlu dibarengi dengan penanaman nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan penguasaan teknologi,” ujarnya. Menurutnya, peresmian Mushola Pelita Kemala dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik. “Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, berprestasi, serta memiliki wawasan dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan,” tambahnya. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan fasilitas pendidikan, kualitas proses pembelajaran, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik agar memiliki bekal yang seimbang dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Petugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran segera mendatangi lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Dalam penanganan tersebut dikerahkan empat unit kendaraan pemadam, termasuk dukungan tangki pemadam dari Kodim 0724 Boyolali, Water Canon Polres Boyolali, kendaraan pemadam dari Kabupaten Semarang, serta kendaraan pemadam dari Kabupaten Boyolali.

 

Sekitar pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan bangunan serta membakar bahan baku olahan plastik dan kain perca. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp250 juta.

 

Polsek Boyolali Kota telah menerima laporan, mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti serta melakukan pendataan kerugian akibat kebakaran.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu pembakaran sisa sampah di sekitar gudang, yang kemudian merambat dan membakar material di dalam gudang. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran.

( Eko Ariyanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *