INDRAGIRI HULU | Tran7riau.com
Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Bertempat di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, sinergi TNI polri dan pemerintah Desa, Kapolsek Peranap Iptu Yopi Ferdian, S.H., M.H., M.Si., bersama Anggota menghadiri kegiatan panen perdana jagung pipil sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap kesejahteraan masyarakat tani, Kamis (16/4).
Kegiatan panen raya ini dilaksanakan di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektar. Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, total produksi jagung pipil pada panen perdana ini diperkirakan mencapai 3.000 kilogram (3 Ton).
Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam pelaksanaannya, Iptu Yopi Ferdian didampingi langsung oleh Kepala Desa Pauh Ranap, Firdausman. Kehadiran unsur TNI, penyuluh pertanian, serta pengelola BUMDes Sepucuk Tiga Pauh menunjukkan adanya kolaborasi yang solid dalam mengelola potensi pertanian di wilayah tersebut.
Kapolsek Peranap menyatakan bahwa keterlibatan kepolisian bukan hanya soal keamanan, tetapi juga memastikan program-program strategis pemerintah, khususnya ketahanan pangan, berjalan maksimal di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Desa, dan masyarakat. Kami hadir untuk memastikan petani merasa didukung, sehingga produktivitas lahan terus meningkat demi kesejahteraan warga Peranap,” ujar Iptu Yopi Ferdian.
Peran Vital BUMDes
Kepala Desa Pauh Ranap, Firdausman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran semua pihak. Ia menekankan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari peran BUMDes Sepucuk Tiga Pauh yang menjadi motor penggerak ekonomi desa.
“Hasil panen sekitar 3.000 Kg ini adalah langkah awal yang sangat positif. Dengan luas lahan 3 hektar, kami optimis Desa Pauh Ranap bisa menjadi salah satu lumbung jagung di Kabupaten Indragiri Hulu,” ungkap Firdausman.
Detail Kegiatan
Lokasi: Desa Pauh Ranap, Kec. Peranap, Kab. Indragiri Hulu.
Luas Lahan: ±3 Hektar.
Estimasi Hasil: ±3.000 Kg Jagung Pipil.
Pihak Terlibat: Polsek Peranap, TNI, Pemerintah Desa, Penyuluh Pertanian, dan BUMDes Sepucuk Tiga Pauh.
Melalui panen perdana ini, diharapkan masyarakat sekitar semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, guna memperkuat ekonomi mandiri di tengah tantangan pangan global.
Redaksi TRAN7RIAU






