Halal Bihalal Bahurekso Perkuat Soliditas Kades, Sukirman Soroti Tantangan Anggaran dan Infrastruktur

Tran7riau.Pekalongan – Kegiatan Halal Bihalal Persatuan Kepala Desa dan Lurah Bahurekso Kabupaten Pekalongan digelar dengan khidmat pada Rabu (15/4/2026) di Hotel Grand Dian Pekalongan. Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri 1447 H, momen ini juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat sinergi antar kepala desa dan pemerintah daerah.

Acara dihadiri oleh unsur Forkopimda, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.M., Wakil Ketua DPRD Ruben Fasa Prabu, S.H., serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Turut hadir pula perwakilan Kapolres Pekalongan dan Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, S.Sos., beserta seluruh kepala desa se-kabupaten.

Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Ketua Paguyuban Kepala Desa Bahurekso, Soedomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting yang sempat lama tidak terlaksana secara maksimal. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan rasa saling memaafkan.

“Kami berharap melalui momen Syawal ini kita bisa kembali bertemu dan memperkuat kebersamaan. Terima kasih juga kepada TNI dan Polri yang selama ini menjaga kondusivitas, sehingga kami terbantu dalam menjalankan tugas,” ujar Soedomo.

Ia juga memohon maaf lahir batin apabila terdapat kekhilafan dalam interaksi sehari-hari.

Sukirman: Anggaran Turun, Infrastruktur Jadi Prioritas

Sementara itu, Plt. Bupati Sukirman menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momen untuk meningkatkan etos kerja dan mencari solusi bersama.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran yang mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025-2026 dibanding tahun sebelumnya.

“Persoalan anggaran masih menjadi tantangan klasik. Namun kita tidak boleh menyerah. Kita harus mencari terobosan dan memperkuat komunikasi dengan provinsi maupun pusat agar pembangunan tetap berjalan,” tegas Sukirman.

Selain anggaran, Sukirman juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak rusak dan menjadi keluhan utama masyarakat.

“Infrastruktur itu ibarat etalase. Sebagus apa pun program kita, kalau jalannya rusak, dampaknya tidak akan maksimal. Oleh karena itu, kami bersama DPRD berupaya melakukan efisiensi anggaran untuk difokuskan pada perbaikan jalan,” jelasnya.

Ajak Kades Hadapi Dinamika dengan Kepala Dingin

Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga mengingatkan para kepala desa untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah, terutama di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang. Ia mengajak para kades untuk bijak menghadapi kritik dan tetap solid.

“Banyak persoalan yang sebenarnya administratif, namun bisa diperbesar oleh situasi tertentu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap tenang, solid, dan menjaga komunikasi yang baik,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban. Diharapkan melalui momen ini, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kepala desa semakin kuat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.(Mbah Yanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *