RENGAT-INHU | Tran7riau.com
Dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Panglima Pratama Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Nofri Arizandi Zakaria, S.Hut, menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan yang jatuh pada hari ini, Jumat (16/01), Menjadi momen penting untuk merefleksikan kembali perjalanan spiritual agung Rasulullah SAW. Nofri menekankan bahwa nilai-nilai dalam peristiwa Isra Mi’raj sangat relevan jika diselaraskan dengan pelestarian adat dan budaya di tanah Melayu.
”Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk senantiasa memperbaiki diri, menjaga kedisiplinan melalui salat, dan mempererat silaturahmi antar sesama, sejalan dengan pepatah ‘Adat bersandi Syarak, Syarak bersandi Kitabullah’,” ujar Nofri.
Sebagai tokoh muda yang aktif dalam penguatan adat di Inhu, Nofri juga mengajak generasi muda untuk mengambil hikmah dari keteguhan hati Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, di tengah arus modernisasi, pondasi agama dan adat adalah perisai utama dalam menjaga identitas diri.
Poin Utama Peringatan Refleksi Diri Meningkatkan kualitas ibadah sebagai cerminan ketaatan. Sinergi Adat & Agama Menguatkan harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Indragiri Hulu. Persatuan Menjadikan hari besar ini sebagai sarana mempererat kerukunan antar warga.
Melalui rilis ini, keluarga besar Tameng Adat LAMR Inhu mengucapkan Selamat Memperingati Isra Mi’raj 1447 H. Semoga keberkahan senantiasa menyertai masyarakat Inhu dalam mewujudkan daerah yang bermarwah dan religius.
Kontak Media:
Humas Tameng Adat LAMR Kabupaten Indragiri Hulu Website/Media Tran7riau.com ( A – B)






