BEM ITB Indragiri bersama Mahasiswa Baru Ikrarkan Sumpah Mahasiswa Indonesia sekaligus Kirimkan Doa untuk Para Korban Demonstrasi Agustus 2025

INHU | Tran7riau.com

RENGAT, ITB Indragiri – Hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri pada Selasa, 2 September 2025, menjadi momen yang dipenuhi semangat perjuangan. Rangkaian acara yang diisi dengan pengenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengantarkan pada sebuah titik kulminasi yang penuh makna, digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITB Indragiri Kabinet Akselerasi Raya.

Di tengah situasi nasional yang menghangat—pasca-serangkaian demonstrasi publik pada akhir Agustus 2025, terutama pada tanggal 25 dan 28—yang menuntut akuntabilitas pejabat publik dan evaluasi kebijakan, BEM ITB Indragiri Kabinet Akselerasi Raya mengambil sikap.

Aksi-aksi tersebut, yang dipicu oleh pernyataan kontroversial anggota DPR yang melukai hati masyarakat, dugaan provokasi, kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat dengan menaikan dan menambah tunjangan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu sampai arogansi dan tindakan represif pihak keamanan kepada masyarakat yang menyuarakan aspirasinya.

Tiba pada sesi sambutan, Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri mengajak ratusan mahasiswa baru untuk merenungkan peran mereka sebagai bagian dari solusi.

Momen haru itu terjadi saat seluruh mahasiswa baru berdiri tegak, bersama-sama mengikrarkan Sumpah Mahasiswa Indonesia.

“Ini adalah jawaban kami atas kondisi bangsa hari ini, Kami bersumpah untuk memperjuangkan tanah air yang tidak ada penindasan, menjaga bangsa yang gandrung akan keadilan, dan menjunjung bahasa persatuan yang tidak ada kebohongan di dalamnya.” ujar Adam Maulana selaku Presiden Mahasiswa BEM ITB Indragiri Kabinet Akselerasi Raya.

Sumpah tersebut diucapkan dengan lantang, menjadi komitmen nyata mahasiswa untuk tidak apatis terhadap dinamika politik dan sosial. Momen sakral ini seakan menjadi penanda bahwa peran mahasiswa, kini lebih dari sekadar akademis, melainkan juga sebagai garda terdepan dalam mengawal demokrasi dan menuntut transparansi.

Momen tersebut kemudian ditutup dengan mengheningkan cipta untuk masyakat sipil yang kehilangan nyama didalam jalan perjuangan demokrasi Indonesia dan diakhiri dengan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” bersama-sama hingga menggema didalam gedung Dang Purnama tempat acara berlangsung.

Alunan lagu tersebut tak hanya menghadirkan suasana haru, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan patriotisme yang mendalam, mengingatkan bahwa di tengah tantangan, semangat untuk membangun bangsa tidak boleh padam.

Budi Irianto – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *