LIRIK-INHU | Tran7riau.com
Wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan kementerian memicu diskusi hangat di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Yusman, seorang tokoh masyarakat dari Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, angkat bicara. Ia menilai wacana tersebut berisiko menghambat cita-cita reformasi kepolisian yang telah diperjuangkan sejak lama.(02/01/2026)
Tegak Lurus pada Konstitusi dan Amanah Reformasi
Menurut Yusman, struktur Polri saat ini yang berada langsung di bawah Presiden sudah sangat tepat dan memiliki dasar hukum yang kuat. Ia merujuk pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri serta TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000.
”Polri adalah perangkat pemerintah pusat yang krusial. Agar koordinasi dari tingkat Mabes hingga ke Polsek dan Kapospos berjalan efektif, Polri harus tetap berada langsung di bawah komando Presiden,” ujar Yusman. Ia menegaskan bahwa posisi ini bukanlah sekadar masalah teknis, melainkan amanah Reformasi yang harus dijaga.
Khawatirkan Birokrasi yang Menghambat Pelayanan
Yusman menggarisbawahi bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian justru akan menciptakan rantai birokrasi yang lebih panjang. Hal ini dikhawatirkan akan melemahkan kecepatan gerak kepolisian dalam melayani dan melindungi masyarakat di daerah.
”Kita tidak perlu melakukan eksperimen struktural yang justru mengaburkan tujuan utama reformasi. Menarik Polri ke bawah kementerian adalah langkah mundur yang bisa memperumit koordinasi di lapangan,” tambahnya.
Mendorong Polri yang Humanis dan Dekat dengan Rakyat
Alih-alih merombak struktur organisasi, Yusman menyarankan agar energi bangsa difokuskan pada penguatan kolaborasi antara Polri dan masyarakat sipil. Baginya, reformasi sejati bukan terletak pada posisi administratif, melainkan pada transformasi perilaku institusi di mata rakyat.
Ia berharap kepemimpinan Presiden ke depan dapat membawa Polri menjadi institusi yang tidak hanya tangguh secara penegakan hukum, tetapi juga lembut dalam pelayanan.
Visi Masa Depan Polri yang kuat namun humanis dan penuh pengertian
Keterlibatan Publik Mengajak elemen masyarakat sipil untuk terus mengawal perbaikan Polri secara kritis.
Menanti Langkah Strategis Presiden
Sebagai sosok yang aktif di lembaga Lumbung Informasi Rakyat, Yusman menyampaikan bahwa suara-suara dari akar rumput sangat mengharapkan kepastian arah institusi Polri.
”Masa depan reformasi Polri kini berada di tangan Presiden. Kita menanti keputusan besar yang akan menentukan apakah institusi ini bisa semakin profesional dan dicintai rakyat,” tutupnya.
A – B






