Di MTsN 2, OMI Kota Pekanbaru 2026 Ditutup: 33 Pelajar Terbaik raih Apresiasi Prestasi dan Siap Melaju ke Tingkat Provinsi

PEKANBARU | Tran7riau.com

Rangkaian Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026 resmi berakhir usai ditutup secara langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, di MTsN 2 Kota Pekanbaru pada Rabu (16/9/2026). Acara penutupan dilaksanakan di madrasah yang dipimpin Safridah dan berlangsung semarak berkat penampilan karya seni kreasi dari para siswanya, mulai dari tari persembahan, tari tampi, tari kreasi Pramuka dan penampilan silatnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras peserta, sebanyak 33 pelajar terbaik dari 11 bidang OMI Sains menerima apresiasi berupa piala, sertifikat penghargaan, serta tabungan simpanan pelajar atas keberhasilan mereka menembus seleksi tingkat provinsi.

Dalam arahannya, Muliardi mengingatkan para juara untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa persaingan di tingkat provinsi akan jauh lebih ketat, sehingga dibutuhkan konsistensi belajar, pendampingan guru yang intensif, serta kekuatan spiritual sebagai pendorong keberhasilan. Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengawal OMI sejak pembukaan pada 3 September, tahapan seleksi pada 7-9 September, pengumuman secara nasional pada 12 September, hingga acara penutupan berjalan tanpa hambatan berarti.

Sementara itu, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pekanbaru sekaligus Ketua Komite OMI, Zulfa Hendri, melaporkan bahwa antusiasme ajang ini sangat tinggi dengan total 1.045 peserta dari 144 sekolah dan madrasah se-Kota Pekanbaru. Komposisi 33 utusan yang melaju ke tingkat provinsi mencakup 6 peserta tingkat MI/SD, 9 peserta tingkat MTs/SMP, dan 18 peserta tingkat MA/SMA.

Zulfa menegaskan, OMI merupakan bukti nyata pelaksanaan Asta Protas Kemenag dalam menciptakan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi. Keterpaduan tersebut tercermin dari sifat kontingen Pekanbaru pada OMI Provinsi nanti yang latar belakang pendidikannya yang inklusif, yakni terdiri atas 19 siswa madrasah, 14 siswa sekolah umum, hingga perwakilan dari PKBM.

Kisah inspiratif datang dari Mikael Akbar, siswa SMA Darma Yudha yang sukses meraih peringkat kedua pada cabang Matematika Terintegrasi. Mikael mengaku telah menggembleng diri jauh-jauh hari bersama guru pembimbingnya untuk mendalami perpaduan materi sains dan nilai-nilai keislaman. “Saya banyak belajar untuk seleksi OMI ini. Karena ada soal yang terintegrasi dengan agama Islam, saya memperbanyak latihan pada konsep-konsep tersebut,” tuturnya mantap.

Turut hadir dalam penutupan ini Kasubbag TU Kemenag Pekanbaru Suhardi HS, Kasi PAIS Marjoni, jajaran kepala madrasah negeri dan swasta, pengawas, serta para guru pembimbing. Kini, 33 duta terbaik Pekanbaru tersebut bersiap mencurahkan kemampuan terbaiknya pada OMI Tingkat Provinsi Riau, Oktober 2026 mendatang, demi merebut tiket menuju tingkat nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *