Suka Duka Anak Pacu Jalur Inhu, Tidur di Tenda Demi Kemenangan

Inhu|Tran7riau.com – Perjuangan anak pacu jalur asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) di Festival Pacu Jalur Tradisional Tepian Narosa 2026 ternyata tidak hanya berlangsung di atas arena. Di balik sengitnya persaingan, tersimpan cerita suka dan duka para pendayung yang rela meninggalkan kenyamanan rumah dan tidur di tenda demi mengejar kemenangan.

Ketua PODSI Inhu, Ridwan, mengatakan, menginap di tenda menjadi bagian dari perjuangan anak pacu selama mengikuti perhelatan pacu jalur di Tepian Narosa.

Lima hari tinggal di tenda dengan fasilitas seadanya tidak menyurutkan semangat para anak pacu. Mereka tetap menjaga kondisi fisik, mempersiapkan tenaga, serta memperkuat kekompakan sebelum kembali menghadapi pertandingan berikutnya.

Bagi mereka, kebersamaan menjadi kekuatan tersendiri. Berkumpul, makan bersama, hingga saling memberikan semangat membuat rasa lelah selama berada di tenda terasa lebih ringan.

“Lima hari kami menginap di tenda. Kami tetap fokus untuk bertanding besok, karena kami membutuhkan kemenangan di perhelatan Pacu Jalur Tradisional Tepian Narosa 2026,” ujar salah seorang anak pacu.

Menang atau kalah, bagi anak pacu asal Inhu, merupakan bagian dari tradisi. Yang terpenting adalah memberikan perjuangan terbaik, menjaga kekompakan, dan membawa nama daerah dengan penuh semangat hingga pertandingan berakhir.

Tidur beralaskan tenda dan jauh dari kenyamanan rumah justru menjadi cerita tersendiri bagi mereka. Sebab, di balik panasnya arena pacu jalur, terdapat semangat, persaudaraan, pengorbanan, dan tekad untuk mengharumkan nama Kabupaten Indragiri Hulu.

Bagi anak pacu, Tepian Narosa bukan sekadar arena perlombaan. Tempat ini menjadi saksi perjuangan, kebersamaan, serta suka dan duka yang terus menjadi bagian dari tradisi pacu jalur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *