Kerja Urus Air Hobi Bikin Lagu, Leydenk Band Unjuk Gigi di Batang Art Festival 2026

TRAN7RIAU.BATANG, Tran7riau.com– Alunan distorsi gitar yang renyah sukses memecah keheningan malam di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Minggu (28/6/2026). Ratusan pasang mata tampak larut menikmati penampilan enerjik Leydenk Band dalam gelaran Batang Art Festival 2026.

 

Menariknya, para personel grup musik ini bukanlah musisi profesional penuh waktu. Mereka adalah para pegawai yang sehari-harinya sibuk mengurus distribusi air bersih di Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang.

 

Bahkan, posisi gitaris kedua diisi langsung oleh sang Direktur Umum, Sys Mandayun. Kehadiran mereka membuktikan bahwa kesibukan pelayanan publik bukan halangan untuk terus produktif menelurkan karya seni yang berkualitas.

 

“Kami hanya ingin menyalurkan hobi. Perusahaan juga memfasilitasi kegiatan musik agar keseimbangan kerja (work-life balance) tetap terjaga,” kata Sys Mandayun saat ditemui usai turun panggung.

 

 

Nama Leydenk sendiri diambil dari bahasa Belanda, Leiding, yang berarti saluran pipa. Nama ini dipilih sejak berdiri tahun 2022 sebagai identitas pengikat bagi para karyawan yang memiliki kecintaan yang sama terhadap aliran musik pop rock alternatif.

 

Pesan Kehidupan Lewat Lagu ‘Sebuah Mimpi’ di Batang Art Festival 2026

Dalam perhelatan Batang Art Festival 2026 ini, Leydenk Band tampil ciamik membawakan lima lagu pilihan. Di hadapan publik Batang, mereka menyajikan kombinasi apik antara dua lagu berbahasa Inggris dan tiga lagu Indonesia.

 

Atmosfer festival langsung menghangat saat lagu orisinal mereka yang berjudul Sebuah Mimpi mulai digulirkan. Lagu bernuansa pop rock ini merupakan buah karya kreatif Siswandi Hambali (Sys Mandayun) bersama seluruh personel band.

 

Liriknya yang menyentuh terasa sangat human-centric karena memotret realitas sosial yang dekat dengan masyarakat lokal, khususnya perjuangan para pencari kerja

 

“Liriknya lahir dari pengalaman sederhana. Kisah seseorang yang berkali-kali melamar pekerjaan, ditolak, lalu akhirnya menemukan tempat yang menerima perjuangannya,” jelas Sys ramah dengan gaya bahasa khas wong Jawa Tengah yang blak-blakan namun tetap santun.

 

Melalui bait demi bait, Leydenk Band ingin menitipkan pesan empati bagi siapa saja yang sedang berjuang. Band yang pernah menjadi pembuka konser Shaggydog di Alun-alun Batang ini menegaskan bahwa mimpi tidak boleh kandas hanya karena satu atau dua kegagalan.(Mbah Yanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *