INDRAGIRI HULU | Tran7riau.com
Bulan suci Ramadhan selalu membawa kisah-kisah inspiratif tentang kasih sayang dan pengabdian. Di tengah kekhusyukan ibadah tahun ini, sebuah kisah menyentuh datang dari seorang putra dari tokoh yang dikenal luas, Bapak Bisma Irianto. Di balik semangatnya membantu keluarga, tersimpan sebuah dedikasi luar biasa dari seorang anak laki-laki yang bertekad kuat membahagiakan sang ayah.
Bagi sang putra, Ramadhan kali ini bukan sekadar menjalankan kewajiban puasa, melainkan momen pembuktian bakti. Di hadapan sang ayah, ia senantiasa menunjukkan perhatian yang mendalam, seolah ingin memastikan bahwa setiap langkah dan keringat yang ia teteskan adalah demi memperbaiki taraf hidup dan membawa kebahagiaan bagi keluarga besar mereka.
Namun, di balik kegigihan itu, ada ruang hampa yang ia simpan rapat di dalam hati. Ramadhan tahun ini terasa berbeda karena sosok malaikat tak bersayap—sang Ibunda tercinta—telah lebih dulu berpulang menghadap Sang Ilahi.
Kehilangan sosok ibu menjadi luka yang mendalam, namun hal itulah yang justru menjadi api semangat bagi sang anak untuk menjaga dan memuliakan sang ayah, Tuan Bisma Irianto.
”Setiap anak memiliki caranya sendiri untuk mencintai orang tuanya. Bagi saya, kebahagiaan Ayah adalah prioritas utama, terutama setelah kepergian Ibu. Saya ingin Ayah melihat bahwa ia tidak sendirian, dan kami akan terus berjuang untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya dalam satu kesempatan yang penuh haru.
Ketulusan sang putra dalam memperhatikan setiap detail kebutuhan sang ayah menjadi cerminan nyata dari nilai-nilai kemuliaan di bulan Ramadhan. Ia tidak hanya hadir sebagai anak, tetapi sebagai pilar penyangga bagi keluarga yang sedang berjuang menata hidup kembali pasca kehilangan sosok ibu.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua di bulan yang mulia ini, bahwa bakti kepada orang tua adalah jalan menuju keberkahan. Di tengah kerinduan pada yang telah tiada, kasih sayang kepada yang masih ada haruslah dilipatgandakan.
Semoga semangat sang putra ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk selalu menempatkan keluarga sebagai pelabuhan dedikasi tertinggi.
Lidya Maya Sari







