BENGKINANG | Tran7riau.com
Sorak solidaritas menggema di jantung Kota Bangkinang. Puluhan mahasiswa STIE Bangkinang dari berbagai elemen – (BEM), (DLM), hingga (UKM) – turun ke jalan menggerakkan aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selasa (2/12/25)
Di bawah rindang pepohonan dan berlatar megahnya ikon kota, para mahasiswa berdiri tegak mengenakan jas almamater, membawa spanduk besar bertuliskan “Open Donasi Bencana Alam”. Kotak-kotak donasi berjejer di depan mereka, mengundang kepedulian siapa saja yang melintas.
Sejak aksi dimulai, warga Bangkinang memberikan respon luar biasa. Suara koin, lembaran uang, hingga sumbangan kebutuhan darurat mengisi kotak donasi satu per satu. Tidak sedikit pengendara yang sengaja menghentikan motor dan mobilnya untuk ikut membantu.
Atmosfer kepedulian terasa sangat kuat – seolah-olah Bangkinang menyatu dalam satu suara: “Kita peduli, kita bersaudara!”
Ketua (BEM) – (STIE) Bangkinang mengatakan bahwa aksi ini adalah panggilan hati.
“Ketika bencana menimpa saudara-saudara kita, mahasiswa tidak boleh hanya diam. Hari ini kami hadir, bukan untuk menunjukkan siapa kami, tetapi menunjukkan bahwa kepedulian itu masih hidup,” tegasnya.
Tidak hanya menggalang dana, mahasiswa juga menyiapkan paket bantuan darurat yang nantinya akan disalurkan melalui posko resmi di daerah terdampak. Aksi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan agar bantuan yang terkumpul semakin maksimal.
Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar kegiatan spontan, tetapi bukti nyata bahwa generasi muda masih menjadi garda terdepan dalam menjunjung nilai kemanusiaan. STIE Bangkinang kembali menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat melahirkan jiwa-jiwa peduli yang siap turun tangan ketika bangsa membutuhkan.
Sumber. Mahasiswa Kampar
✍️Isar Topankk






